Membiasakan Menyunting Naskah, Bimtek Dispusar Lebak Pertemuan Terakhir
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusar) kabupaten Lebak menggelar bimbingan teknis penulisan budaya lokal. Pada Selasa, 28 Mei 2025, bimtek sudah pertemuan ketiga sekaligus terakhir. Pembicara kali ini adalah Bu Nurwijayanti dengan materi Penyuntingan Naskah.
Bu Nur membawakan materi dengan apik. Beliau membuat kontrak belajar dengan peserta. Bagus sih agar kontrak belajar itu jadi aturan bagi peserta bimtek. Apa saja kontrak belajarnya? Di antaranya handphone dalam mode hening, dilarang mengantuk kecuali terpaksa, antusias dalam kegiatan, dan lainnya. kontrak belajar ini diusulkan oleh peserta. Jadi, Bu Nur hanya menyepakatinya.
"Dijamin tidak akan mengantuk kalau dengan saya," kata beliau.
Apa itu menyunting?
Penyuntingan naskah adalah proses memperbaiki, menyempurnakan, dan menyesuaikan naskah tulisan agar mencapai kualitas terbaik. Penyuntingan naskah adalah proses penting yang dilakukan sebelum sebuah tulisan diterbitkan.
Proses ini meliputi pemeriksaan dan perbaikan agar naskah lebih jelas, tepat, dan mudah dipahami.
Penyuntingan diperlukan untuk berbagai jenis tulisan seperti buku, artikel, laporan, dan dokumen lainnya. Tujuannya adalah meningkatkan kejelasan, ketepatan, dan daya tarik isi naskah agar dapat diterima dengan baik oleh pembaca.
Sekilas pengeditan sama dengan penyuntingan. Namun, keduanya berbeda, lho. Nah, apa beda penyuntingan dengan pengeditan?
Penyuntingan
Akan memastikan naskah memiliki alur yang runtut, enak dibaca, dan mudah dipahami. Saat ada kesalahan struktur maupun gaya bahasa, maka dilakukan revisi.
Pengeditan
Editor maupun penulis akan fokus pada hal teknis. Seperti ada tidaknya kesalahan ketik (typo), penempatan dan pemilihan tanda baca, pengaturan margin (pada soft file naskah), dan sebagainya.
Dilihat dari tujuannya, pengeditan dan penyuntingan itu berbeda.
Penyuntinganitu memastikan naskah memiliki memiliki alur yang logis, konsisten, relevan, dan makna tersampaikan dengan baik.
Pengeditan itu memastikan
isi naskah bebas dari kesalahan teknis seperti ejaan, tanda baca, tata bahasa,
dan format. Pengeditan memastikan naskah menjadi rapi dan juga lebih enak
dibaca.
Pesertanya beragam profesi. Ada guru, siswa, pengawas sekolah, ibu rumah tangga, pegiat literasi, dan lainnya. Ada yang datang dari Malingping dengan perjalanan sekitar dua jam lamanya. Sebuah perjuangan yang tidak mudah, bukan?
Diadakan di dalam ruangan ber-AC tentu nyaman buat peserta. Walaupun, ada yang merasa terlalu dingin. Dengan durasi empat jam memang berpotensi mengantuk. Namun, Bu Nur dengan piawainya membawakan kegiatan dengan hidup, seru, dan menarik. Beliau pintar juga memberikan ice breaking yang semakin membuat suasana hidup.
Mengapa naskah harus disunting? Tujuannya agar naskah/tulisan enak dibaca karena runut, tidak ada typo, koheren, dan lainnya. Pokoknya naskahnya apik, lah. Sebab, naskah itu mempertaruhkan kredibilitas sang penulis. Kalau naskahnya enak dibaca kan pembaca akan puas bahkan mengapresiasi yang dibacanya.
Tiga Hal Utama Dalam Menyunting Naskah
Ini dia yang tidak kalah pentingnya dari materi kemarin. Ada tiga hal yang sebaiknya disunting baik penyuntingan sendiri atau menggunakan jasa. Kalau bisa sunting sendiri, itu lebih baik untuk mengurangi kesalahan. Namun, jika kita tidak memiliki kemampuan penyuntingan sebaiknya menggunakan jasa penyuntingan.
Penyuntingan Substansi
Memeriksa alur cerita, logika, dan kelengkapan isi naskah. Contohnya, menambahkan detail penting atau membuang informasi yang tidak relevan agar cerita lebih terstruktur dan menarik.
Penyuntingan Bahasa
Memperbaiki tata bahasa, ejaan, dan gaya penulisan. Contohnya, mengubah kalimat pasif berlebihan menjadi kalimat aktif agar lebih efektif dan mudah dipahami.
Penyuntingan Teknis
Mengatur format, layout, dan elemen visual seperti ukuran font dan spasi. Contohnya, memastikan naskah mengikuti standar penerbitan agar keterbacaan optimal.
Para peserta bimtek mendapat tugas menyunting naskah yang terdiri dari tiga paragraf. Peserta boleh mengurangi, menambah, atau membiarkan saja naskah yang ada. Peserta mempresentasikan hasil penyuntingannya baik secara kelompok maupun pribadi. Tidak ada yang sama dalam hal presentasi itu. Ini memberikan kesimpulan bahwa penyuntingan tergantung gaya penulisan, selera, dan penekanan masing-masing penyunting.
Setiap naskah yang kita punya sebaiknya disunting. Cara mudahnya adalah dengan membaca kembali naskah yang sudah dibuat. Dari sana akan kita rasakan nyaman atau tidak membacanya, jelas atau tidak tujuan kalimat yang kita tulis, adakah kesalahan tik atau typo, dan lainnya. Kita ini sedang berproses menyuguhkan naskah yang enak dibaca. Maka, berikan suguhan yang lebih baik lagi untuk pembaca.
Saya merasa mendapat banyak ilmu dari bimtek ini. Materi sudah didapat. Selanjutnya tantangan berikutnya adalah menghasilkan karya dengan kualitas yang lebih baik lagi. Terima kasih dispusar Lebak, panitia, dan pemateri. Buat sesama peserta bimtek...semoga bertemu di lain kesempatan. Salam literasi :)

Post a Comment for "Membiasakan Menyunting Naskah, Bimtek Dispusar Lebak Pertemuan Terakhir"
Kata Pengunjung: